| Tanggal Rilis | : | 2 Januari 2012 |
| Ukuran File | : | 0.157590 MB |
Abstraksi
Jumlah penduduk miskin (penduduk yang berada di bawah Garis Kemiskinan) diDKI Jakarta pada bulan September 2011 sebesar 355,20 ribu (3,64 persen).Dibandingkan dengan penduduk miskin pada bulan Maret 2011 yang berjumlah363,42 ribu (3,75 persen), berarti jumlah penduduk miskin turun sebesar 8,2 ribu.Penurunan ini disebabkan adanya beberapa faktor diantaranya :a. Inflasi .Y on Y bulan September sebesar 4,61 persen, turun dibandingkandengan inflasi Y on Y bulan Maret sebesar 5,95 persen.b. Laju pertumbuhan ekonomi twiwulan ke tiga sebesar 6,7 persenc. Tingkat penganguran bulan Agustus 2011 yang relatif stabil dibandingkandengan keadaan bulan Februari 2011 yaitu sebesar 10,8 persen.Garis Kemiskinan (GK) bulan September tahun 2011 sebesar Rp 368.415 perkapita per bulan, lebih tinggi dibanding GK bulan Maret tahun 2011 yang sebesarRp 355.480 per kapita per bulan.Komposisi Garis Kemiskinan menunjukkan bahwa Garis Kemiskinan Makanansebesar Rp 236.934 (64,31 persen) dan Garis Kemiskinan Non-Makanan sebesarRp 131.481 (35,69 persen).Komoditi makanan yang berpengaruh besar terhadap nilai Garis Kemiskinanadalah beras, rokok kretek filter, telur ayam ras, mie instan dan daging ayam ras.Komoditi Non-Makanan yang berpengaruh besar terhadap nilai Garis Kemiskinanadalah biaya perumahan, angkutan, pendidikan dan listrik.Keadaan kemiskinan bulan September tahun 2011 dibanding dengan keadaanpada bulan Maret tahun 2011a. Angka kemiskinan (P0) turun 0,11 poin dari 3,75 persen menjadi 3,64persen.b. Rata-rata kesenjangan pengeluaran penduduk miskin terhadap gariskemiskinan (P1) sedikit mengalami turun dari 0,60 menjadi 0,46c. Ketimpangan pengeluaran penduduk miskin (P2) relatif turun yaitu dari 0,15menjadi 0,10